Biaya dan Syarat Pengajuan Mesin EDC BRI

Anda pasti sudah sangat sering melihat mesin EDC (Electronic Data Capture) yang ada di SPBU, mall, toko, minimarket, atau pusat perbelanjaan lainnya, bukan? Dengan adanya mesin EDC, transaksi pembelanjaan atau pembayaran apapun menjadi lebih mudah karena Anda cukup menggesek kartu debit, kredit, atau e-money untuk bertransaksi. Nah, untuk menggunakan layanan seperti ini, ada sejumlah biaya yang harus ditanggung pemegang mesin EDC. Selain itu, ada pula syarat yang harus dipatuhi jika ingin mengajukan pemakaian mesin EDC untuk keperluan bisnis.

Hampir setiap bank sudah memiliki mesin EDC untuk memudahkan para pemilik usaha menerima pembayaran dari para pelanggan. Dengan adanya mesin EDC ini, para pemilik usaha tak perlu repot mencari uang pecahan tertentu untuk membayar kembalian dan para pelanggan pun tak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) merupakan salah satu bank yang juga memiliki fitur mesin EDC untuk para nasabahnya. Cukup dengan membuka rekening Britama atau Giro BRI, para pedagang atau pemilik usaha akan diberikan mesin Electronic Data Capture (EDC). Namun sebelumnya, nasabah perlu mendaftar pengajuan mesin EDC terlebih dahulu ke kantor cabang BRI di wilayah setempat.

Baca Juga:   Estimasi Biaya Mendirikan Radio

Biasanya setelah pengajuan, mesin EDC BRI baru bisa digunakan 5 bulan kemudian. Nantinya, Anda akan dihubungi oleh pihak BRI melalui telepon atau SMS yang memberitahukan bahwa mesin EDC sudah datang dan bisa Anda ambil ke kantor cabang BRI tempat Anda mengajukan mesin EDC. Berikut syarat pengajuan mesin EDC BRI.

Syarat Pengajuan EDC BRI

  • Menyerahkan fotokopi KTP/Paspor/KITAS/KITAP pemilik/pengurus.
  • Menyerahkan fotokopi NPWP.
  • Menyerahkan fotokopi SIUP/TDP/surat keterangan domisili/surat izin gangguan (HO).
  • Sertifikat kepemilikan/surat keterangan sewa tempat usaha.
  • Khusus untuk Badan Usaha, wajib menyertakan akta pendirian atau anggaran dasar.
  • Mengisi formulir permohonan merchant, perjanjian kerjasama, dan surat kuasa (bila diwakilkan).
  • Pembukaan rekening simpanan BRI (tabungan/giro).

Setelah menerima mesin EDC, Anda sudah bisa menggunakan mesin untuk bertransaksi. Namun, layaknya layanan ATM, nasabah pengguna mesin EDC BRI juga akan dikenakan sejumlah biaya administrasi ketika melakukan beberapa transaksi melalui mesin tersebut. Berikut informasi terbaru biaya administrasi mesin EDC BRI.

Baca Juga:   Biaya dan Syarat Rekening Tahapan Berjangka BCA

Biaya EDC BRI

Jenis Transaksi Biaya
MDR Kartu Kredit BRI 1,5% dari transaksi
MDR Kartu Kredit Bank Lain (Visa/MasterCard) 1,8% dari transaksi
MDR BRIZZI Gratis
MDR Debit BRI Gratis
Layanan MMBC Rp600.000 (dibayarkan sekali saat pendaftaran)

Biaya MDR EDC BRI di atas kami rangkum dari sejumlah sumber. Menurut situs resmi BRI, selain biaya MDR, ada biaya kerusakan mesin yang ditanggung oleh merchant, dengan besaran bervariasi. Perlu Anda ketahui, biaya EDC BRI tersebut tidak terikat dan bisa berubah sesuai kebijakan BRI. Meskipun begitu, biaya EDC BRI saat ini masih sama dengan tahun sebelumnya.

Dengan menggunakan mesin EDC BRI, pengusaha atau merchant diklaim bisa memperoleh beberapa keuntungan. EDC ini dikatakan dapat menambah jumlah transaksi merchant karena merchant dapat melayani transaksi non-tunai untuk menjaring pelanggan yang tak membawa uang tunai, meningkatkan daya saing dengan merchant yang ada di wilayah sekitar karena bisa melayani transaksi tunai sekaligus memakai kartu debit maupun kredit, meningkatkan volume penjualan, serta biaya penanganan uang tunai lebih murah karena transaksi pembayaran merchant langsung masuk ke nomor rekening merchant (cashless payment).

Baca Juga:   Harga Kamera AMKOV Per 28 April 2021

 73 total views,  1 views today


Web Populer: Biaya | Info Kerja | Polling | Berita | Lowongan Kerja