Biaya Haji Plus yang Harus Dipersiapkan

Bersama Ini Kami Sampaikan Informasi Biaya Haji Plus yang Harus Dipersiapkan, sebagai berikut:

Ibadah haji adalah ziarah tahunan ke kota suci Makkah wajib untuk umat muslim dewasa yang secara fisik dan finansial mampu melakukan perjalanan tersebut setidaknya sekali seumur hidup. Dalam pelaksanaannya, ibadah haji ada dua jenis, yaitu Haji Reguler dan Haji Plus menggunakan biaya haji plus.

Ibadah ini adalah satu dari lima Rukun Islam di samping syahadat, salat, zakat, dan saum. Namun, sayangnya untuk ibadah haji 2021 masih belum bisa dilaksanakan, mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Untuk saat ini, pihak Kerajaan Arab Saudi hanya membuka ibadah haji khusus untuk penduduk Arab Saudi dan ekspatriat yang menetap di Arab Saudi dengan kuota sebanyak 60.000 jemaah.

Sementara itu, dalam pelaksanaannya, ibadah haji terbagi menjadi Haji Reguler dan Haji Plus atau biasa disebut haji khusus.

Haji reguler adalah program paket haji yang diselenggarakan langsung oleh Pemerintah RI melalui Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Sedangkan haji plus adalah program haji yang diselenggarakan pihak swasta atau penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Meski pelaksanaannya ditangani pihak swasta, haji plus tetap dalam pengawasan Kemenag RI.

Program haji plus menjadi alternatif bagi kaum muslim yang memiliki kemampuan finansal lebih baik untuk beribadah haji ke Tanah Suci dengan masa tunggu lebih cepat. Pasalnya, biaya haji plus jauh lebih mahal dibandingkan biaya haji reguler.

Meski biaya haji plus lebih mahal dari biaya haji reguler, fasilitas dan poin plus yang diperoleh berbanding lurus dengan nominal yang dikeluarkan.

Biaya haji plus 

Mengingat kini masih dalam situasi pandemi Covid-19, biaya haji plus 2021 bisa saja mengalami kenaikan hingga 10%. Hal ini terkait dengan perubahan nilai kurs USD. Belum lagi adanya biaya tambahan untuk melakukan swab dan karantina selama pandemi Covid-19.

Mengingat ibadah haji 2021 ditiadakan, maka estimasi biaya haji plus bisa tetap merujuk pada Keputusan Presiden (Keppres) mengenai Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk haji plus yakni minimal adalah USD 8.500 – USD 9.000 atau apabila dirupiahkan menjadi Rp121 juta hingga Rp128 juta.

Baca Juga:   Produk Tabungan Umrah dari BSM (Bank Syariah Mandiri) dan Pembiayaan Mikro Umrah

Harga tersebut memang 3 kali lipat lebih mahal dibandingkan biaya haji reguler yang hanya sekitar Rp35 jutaan. Namun, dengan biaya tersebut, kamu bisa mendapatkan antrian haji lebih cepat, yakni sekitar 5-7 tahun dibandingkan dengan haji reguler yang waktu tunggunya bisa mencapai belasan tahun.

Selain itu, dengan menggunakan haji khusus, kamu juga akan mendapatkan fasilitas yang lebih baik dibandingkan dengan haji reguler.

Besarnya biaya haji plus tersebut belum termasuk biaya perlengkapan haji jemaah, biaya pembuatan paspor dan dokumen perjalanan lainnya, pengeluaran pribadi, acara di luar program, kelebihan bagasi, biaya vaksin maningitis, dan biaya dam atau denda prosesi haji.

Fasilitas dan poin plus

Semakin lama waktu antrian naik haji membuat sebagian muslim merasa khawatir untuk beribadah haji ke Tanah Suci. Bukan hanya soal biaya saja, tapi juga faktor usia, dan kesehatan.

Apalagi, sejak pengurangan kuota karena renovasi Masjidil Haram yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi, membuat kuota naik haji di Indonesia sempat terpotong. Kondisi ini pun berimbas masa antrian yang semakin panjang.

Sistem Antrian Haji (siskohat) yang perlu menunggu bertahun-tahun lamanya berlaku untuk haji reguler. Sementara untuk menempuh siskohat yang lebih pendek bisa memanfaatkan haji plus.

Seperti halnya traveling plus, ongkos naik haji plus tentu lebih mahal dari haji reguler. Haji reguler dijalankan dengan mengikuti tahapan siskohat yang langsung diatur pemerintah.

Karena peminatnya cukup besar dan kuota yang diberikan terbatas, membuat siskohat haji reguler bisa mencapai antrian hingga bertahun-tahun.

Berikut, perbedaan antara haji reguler dan plus serta fasilitas dan poin plusnya:

1. Masa Tunggu

Masa Tunggu Haji Reguler setiap daerah berbeda-beda. Berdasarkan siskohat pada tahun 2019, masa tunggu keberangkatan paling cepat 15 tahun dan paling lama bisa sampai 31 tahun.

Sedangkan masa tunggu Program Paket Haji Plus jauh lebih cepat dari haji reguler.

Untuk estimasi pendaftaran 2019, masa tunggu program paket haji plus atau haji khusus dengan kuota Kemenag RI menunggu sekitar 5 sampai 7 tahun.

2. Fasilitas Penginapan dan Penerbangan

Untuk haji plus, fasilitas penginapan yang diperoleh di Makkah dan Madinah adalah hotel bintang 5, bahkan di depan persis Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi.

Baca Juga:   Biaya Nikah Siri di Indonesia

Sedangkan haji reguler disediakan hotel yang telah ditentukan pemerintah dan dibagi sesuai wilayah dan kloter dengan jarak hotel ke Masjidil Haram 3-5 Km.

Bagi jemaah haji plus, kamar hotel bintang 5 diisi maksimal 4 orang dan ada paket untuk 2 orang, 3 orang, dan 4 orang. Bisa juga memilih nama yang masuk dalam satu kamar. Sementara jemaah reguler, kamar tidak boleh diisi lebih dari 5 orang dan tidak bisa memilih nama.

Tak hanya fasilitas penginapan saja, khusus penerbangan untuk haji plus tanpa transit atau sekali transit. Sementara penerbangan haji reguler transit di Jeddah atau Madinah.

3. Waktu Pelaksanaan

Jemaah haji plus selain lebih eksklusif karena jumlah anggota rombongan lebih sedikit dari jemaah haji reguler, juga mendapat perbedaan waktu pelaksanaan ibadah haji.

Untuk lama pelaksanaan ibadah haji reguler berkisar 40 hari dihitung dari waktu keberangkatan sampai pulang ke Tanah Air dan dibagi menjadi dua gelombang, yaitu antara Madinah dan Makkah.

Sedangkan haji plus biasanya memakan waktu lebih cepat dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Arbain di Masjid Nabawi dengan lama pelaksanaan 26 hari dan Non Arbain dengan waktu lebih singkat yaitu 15 sampai 19 hari.

4. Perbedaan Harga

Besarnya biaya naik haji ditentukan oleh Kementerian Agama setiap tahun menjelang keberangkatan. Besarnya biaya naik haji akan berbeda-beda setiap embarkasi.

Sebagai gambaran, biaya naik haji reguler tahun 2019 rata-rata sebesar USD 2.481 atau dalam rupiah Rp35,3 juta (dengan kurs Rp14.250).

Sementara itu, harga biaya haji plus biasanya sampai 3 kali lipat lebih besar daripada haji reguler. Namun, tetap mengikuti penetapan biaya haji ONH plus versi pemerintah.

Biaya haji plus untuk tahun 2021 minimal adalah USD 8.500 atau setara Rp121 juta (kurs Rp14.250).

5. Perbedaan Layanan Tenda di Arafah dan Mina

Untuk akomodasi di Arafah dan Mina, kualitas tenda yang digunakan jemaah reguler sudah hampir sama dengan haji khusus.

Bagi jemaah haji khusus, tenda dilengkapi dengan alas kasur, sedangkan haji reguler alas atau karpet biasa. Namun, tenda haji reguler saat ini sudah dilengkapi AC.

Baca Juga:   Biaya Haji Plus Terbaru

Prosedur pendaftaran biaya haji plus

Adapun persyaratan haji ONH Plus atau haji khusus, sebagai berikut:

1. Beragama Islam

2. Memiliki kemampuan finansial untuk membayar setoran BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) yang ditetapkan Menteri

3. Surat keterangan sehat dari dokter

4. KTP yang masih berlaku

5. Kartu keluarga

6. Akte kelahiran atau kutipan akta nikah

7. Surat keterangan dari PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus) atau biro perjalanan  pilihan calon jemaah

8. Pas foto berwarna dengan latar putih tampak wajah minimal 80 persen

Berikut ini tata cara pendaftaran haji ONH Plus:

  • Calon jemaah memilih agen perjalanan yang telah mendapatkan izin dari Kemenag RI.
  • Calon jemaah haji menyetor tabungan Haji Plus minimal sebesar US$5.000 atau sekitar Rp82,6 juta untuk mendapat nomor porsi ONH Plus. Biasanya pihak agen perjalanan yang akan mengambil nomor porsi Haji Plus.
  • Setelah memperoleh nomor porsi ONH Plus, calon jemaah menyerahkan berkas persyaratan kepada agen perjalanan
  • Langkah selanjutnya, kamu tinggal menunggu jadwal keberangkatan sekaligus mengikuti serangkaian manasik haji yang diselenggarakan pihak agen perjalanan.
  • Calon jemaah yang telah mendapat nomor porsi dapat melihat jadwal keberangkatan secara online di situs resminya. Caranya, masukkan nomor porsi pada kolom yang tersedia di situs tersebut untuk melihat estimasi tahun keberangkatan.
  • Setelah jadwal diketahui, calon jemaah dalam melakukan berbagai persiapan meliputi pelunasan BPIH, persiapan pemantapan ilmu tentang manasik haji, dan persiapan menjaga daya tahan tubuh.
  • Jika waktu tunggu keberangkatan Haji Reguler berkisar antara enam hingga belasan tahun, calon jemaah Haji Plus hanya perlu menunggu sekitar 1-3 tahun atau bahkan lebih cepat.

Demikian kami sampaikan informasi tentang Biaya Haji Plus yang Harus Dipersiapkan, semoga bermanfaat.

 418 total views,  1 views today


Web Populer: Biaya | Info Kerja | Polling | Berita | Lowongan Kerja