Biaya Operasi Caesar di Indonesia

Bersama Ini Kami Sampaikan Informasi Biaya Operasi Caesar di Indonesia, sebagai berikut:

Operasi Caesar

Operasi caesar adalah prosedur atau tindakan medis yang bertujuan untuk mengeluarkan bayi melalui celah sayatan pada perut serta rahim Mama, biasanya sayatan dibuat melintang sejajar dengan garis bawah pinggang. Operasi caesar biasanya dipersiapkan pada ibu dengan komplikasi medis tertentu seperti tekanan darah tinggi pada ibu, atau bayi dengan letak lintang. Biasanya, operasi caesar dijadwalkan satu minggu sebelum prediksi persalinan (due date), hal ini bertujuan agar rahim tidak kontraksi. Sedangkan operasi caesar yang bersifat emergensi biasanya tidak membutuhkan jadwal atau perencanaan, mengingat hal ini dilakukan segera untuk menyelamatkan Mama dan Si Kecil.2

Operasi caesar biasanya membutuhkan waktu yang tidak lama, yaitu sekitar 25-60 menit, tergantung dari tingkat kesulitan dan kondisi pasien. Namun, pemulihan ibu yang melahirkan dengan operasi caesar tentunya membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan ibu yang melahirkan secara normal melalui jalan lahir (pervaginam), kira-kira dibutuhkan waktu pemulihan selama 3-5 hari di rumah sakit dan membutuhkan waktu satu bulan untuk pemulihan total.2

Indikasi Melahirkan secara Caesar

Berikut ini indikasi medis Mama perlu melahirkan secara operasi caesar:2-3

Baca Juga:   Info Terbaru Biaya Pemeriksaan Echo (Ekokardiografi) Jantung
  1. Ukuran bayi diprediksi terlalu besar, sehingga tidak bisa masuk ke dalam panggul Mama untuk dilahirkan secara normal per vaginam.
  2. Posisi letak bayi melintang.
  3. Letak plasenta rendah (plasenta previa), sehingga berisiko terjadi perdarahan.
  4. Mama memiliki infeksi pada jalan lahir (infeksi vagina, atau penyakit menular seksual lainnya).
  5. Mama memiliki lingkar panggul sempit.
  6. Mama mengandung bayi kembar.
  7. Mama memiliki riwayat melahirkan secara operasi caesar sebelumnya.
  8. Mama dalam kondisi medis tertentu (tekanan darah tinggi, kelainan atau penyakit jantung atau gangguan ginjal).
  9. Overweight atau obesitas.
  10. Kondisi emergensi tertentu:3
  • Detak jantung bayi di dalam kandungan tidak teratur (terjadi distress pada bayi).
  • Aliran darah dan oksigen pada plasenta terganggu akibat posisi bayi (bayi terlilit plasenta).
  • Bayi terlalu besar dan tidak bisa masuk jalan lahir, sehingga pembukaan tidak bertambah atau pembukaan membutuhkan waktu yang terlampau lama.

Kemungkinan Risiko Operasi Caesar

Sama seperti tindakan medis yang lainnya, tentunya operasi Caesar juga memiliki risiko terjadinya komplikasi. Kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi, seperti:2

  • Infeksi pada area organ panggul (rahim atau area sayatan).
  • Perdarahan.
  • Komplikasi dari tindakan anestesi.
  • Komplikasi pada saluran kencing (iritasi atau infeksi).

Persiapan Sebelum Operasi Caesar

1. Persetujuan

Mama atau wali pendamping Mama perlu menandatangani surat persetujuan dilakukannya operasi caesar.4

Baca Juga:   Biaya Pasang Behel Gigi Transparan

2. Mencukur

Mama perlu mencukur rambut kemaluan untuk menghindari terjadinya kontaminasi bakteri saat dilakukan operasi.

3. Pemeriksaan darah

Pasien akan disarankan untuk melakukan tes darah agar dokter mengetahui kadar hemoglobin, serta golongan darah mama (untuk mempersiapkan transfusi darah apabila diperlukan).

4. Pemeriksaan amniosentesis

Tes ini dilakukan bila operasi caesar dilakukan saat kehamilan belum memasuki usia 39 minggu. Tes ini bertujuan untuk memeriksa kematangan paru-paru bayi. Pemeriksaan amniosentesis dilakukan dengan meneliti sampel air ketuban lalu diperiksa di laboratorium.

5. Berpuasa dan persiapan obat-obatan

Sebelum operasi dilakukan, pasien disarankan untuk berpuasa dan mengonsumsi obat-obatan seperti obat-obatan lambung (antasida), pencegah mual (antiemetik), dan antibiotik.2,3

6. Pemasangan selang kencing dan cairan infus

Pemasangan selang kencing biasanya dilakukan setelah dokter anestesi melakukan pembiusan di area tulang belakang (anestesi spinal atau epidural), sehingga tidak terasa sakit. Cairan infus dipasang selama operasi berlangsung bertujuan mempermudah masuknya obat-obatan suntik, seperti antibiotik.

7. Anestesi

Anestesi dilakukan dengan menyuntikkan area tulang belakang atau disebut anestesi spinal atau epidural. Setelah dibius, Mama masih dalam keadaan sadar, namun anggota gerak bawah mulai dari pinggang ke kaki Mama tidak terasa.2,3,4

Baca Juga:   Manfaat & Harga Jinten per Kg di Pasaran

Biaya Operasi Caesar di Indonesia

Umumnya, biasa operasi caesar di Indonesia berada pada kisaran Rp7.000.000 hingga lebih dari Rp50.000.000 tergantung dengan rumah sakit dan kelas rawat inap.

Uraian Kelas III Kelas II Kelas I VIP A
Normal dengan dokter Rp7.800.000 Rp10.500.000 Rp12.000.000 Rp19.000.000
Normal dengan tindakan (Forcep, Vakum, Industri) Rp8.000.000 Rp11.000.000 Rp13.000.000 Rp20.500.000
SC Tunggal Tanpa Indikasi Rp12.000.000 Rp17.000.000 Rp20.000.000 Rp30.000.000
SC Gemeli (kembar dua) Rp13.000.000 Rp20.000.000 Rp25.000.000 Rp37.000.000
SC Triplet (kembar tiga) Rp15.000.000 Rp22.000.000 Rp27.000.000 Rp40.000.000
SC dengan Indikasi Rp15.000.000 Rp22.000.000 Rp27.000.000 Rp50.000.000

Keterangan harga operasi caesar:5

  • Biaya di atas sudah termasuk obat dan alat yang dipakai sejumlah Rp. 3.500.000,00.
  • Biaya di atas belum termasuk resep obat, infus, transfusi darah, laboratorium, radiologi dan lain lain.
  • Biaya di atas belum termasuk biaya apabila ibu/bayi masuk ke ruang HDU/NICU.
  • Tindakan emergensi (CITO) dikenakan 25 % dari jasa pelayanan tindakan operasi.
  • Biaya di atas hanya biaya perkiraan, bukan paket persalinan.

Demikian kami sampaikan informasi tentang Biaya Operasi Caesar di Indonesia, semoga bermanfaat.

 

 206 total views,  1 views today


Web Populer: Biaya | Info Kerja | Polling | Berita | Lowongan Kerja