Info Terbaru Biaya Lepas Behel (Kawat) Gigi dan Prosedur Perawatannya

Pasang behel atau kawat gigi merupakan salah satu solusi untuk merapikan bentuk gigi sekaligus menjaganya tetap sehat. Umumnya, kawat gigi dipakai selama dua tahun. Nah, jika sebentar lagi waktunya Anda untuk lepas behel, ada beberapa hal yang harus lebih Anda perhatikan ke depannya. Pasalnya, setelah lepas behel, gigi Anda rentan kembali ke bentuknya semula jika tidak dijaga baik-baik. Ada beragam prosedur merawat gigi selepas pasang behel, dan beberapa memerlukan sejumlah biaya.

Kawat gigi atau kawat gigi ortodontik, adalah perangkat yang biasa digunakan dalam orthodontic untuk menyelaraskan gigi dan posisi mereka terhadap arah gigitan seseorang. Mereka biasanya digunakan untuk mengoreksi maloklusi. Maloklusi berasal dari Bahasa Latin dan berarti “gigitan buruk/tidak sempurna”, seperti gigi bengkok, rahang atas yang lebih besar dari rahang bawah (overbite), rahang bawah lebih besar dari rahang atas (underbite), gigitan silang dan gigitan terbuka, gigitan dalam, dan berbagai kelemahan gigi dan rahang, termasuk dalam hal ini karena alasan kosmetik atau struktural.

Sebagai informasi, biaya pasang behel cukup bervariasi. Di FDC Dental Clinic misalnya, pasang behel gigi berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp18 jutaan. Sebelum bisa bebas memamerkan senyum setelah melepas behel, dokter bisanya akan membersihkan sisa-sisa lem kawat, plak, serta noda yang masih melekat di permukaan gigi. Nah, sepulangnya Anda dari dokter, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan agar keindahan gigi Anda akan tetap terjaga, berikut ulasannya.

Perawatan Setelah Lepas Behel

Memakai Retainer

Setelah melepas behel gigi, harus direncanakan untuk pemasangan retainer agar gigi tidak bergeser lagi. Gusi dan tulang rahang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan posisi gigi yang baru. Itulah kenapa penggunaan retainer menjadi bagian yang sangat penting dari perawatan gigi setelah lepas behel. Saat ini, ada dua jenis retainer setelah lepas kawat gigi, yakni permanen dan lepas-pasang.

Tipe retainer permanen biasanya berupa seutas kawat tipis yang dipasang di bagian belakang gigi depan bawah atau atas, yang terikat pada tempatnya dengan lem kuat seperti saat pasang kawat gigi. Tipe ini memberikan hasil terbaik karena kawat retainer yang menetap akan terus menahan gigi yang baru diluruskan dalam formasi sempurna setiap saat.

Baca Juga:   Biaya dan Minimal Saldo Rekening Bank Mandiri untuk Transfer

Sementara, tipe retainer yang lepas pasang bentuknya mirip dengan tipe permanen, namun di ujung-ujungnya terdapat sepasang kaitan untuk menahan posisi kawat retainer pada tempatnya. Karena bisa dilepas, tipe retainer ini lebih mudah dibersihkan. Akan tetapi, Anda harus ingat untuk memasangnya setiap hari. Ini mempermudah membersihkan gigi, tapi pasien harus ingat untuk memakainya setiap hari. Retainer jenis ini harus digunakan terus-terusan selama enam bulan tanpa dilepas sekalipun. Setelah enam bulan, maka Anda boleh menggunakan retainer pada malam hari saja saat tidur.

Datanglah ke dokter gigi Anda untuk mendiskusikan jenis retainer yang cocok untuk kebutuhan dan kebiasaan Anda. Tentunya, dari dua jenis retainer tersebut, terdapat kekurangan dan kelebihannya. Retainer transparan removable, karena sering dilepas pasang, maka retainer mudah hilang, penggunaannya harus telaten karena harus dibersihkan dan dipakai saat tidur malam, namun kebersihan gigi tetap baik karena tidak dipakai saat makan.

Untuk fix retainer atau permanen, lebih praktis karena tidak perlu dilepas pasang, namun pembersihan di sekitar retainer harus cermat karena biasanya banyak terdapat sisa makanan yang tersangkut di sela-sela retainer dan menyebabkan karang gigi. Karena itu, pengguna wajib kontrol ke dokter gigi untuk membersihkan karang gigi 6 bulan sekali.

Bicarakan dengan dokter mengenai jenis retainer yang terbaik untuk kondisi gigi Anda. Selama pemakaian retainer, Anda juga tetap disarankan untuk kontrol rutin ke dokter gigi, untuk mengecek apakah gigi baru Anda baik-baik saja atau retainer perlu disesuaikan kembali.

Perhatikan Apa yang Anda Konsumsi

Setelah lepas behel, gigi mungkin akan terasa lebih sensitif untuk sementara waktu. Jadi, sebaiknya hindari hal-hal yang tidak perlu yang bisa memperparah rasa ngilu tersebut. Hindari makanan yang sangat panas atau dingin selama beberapa hari sampai beberapa minggu setelah kawat gigi dilepas. Hindari juga makan makanan yang sangat renyah atau kenyal selama masa-masa ini, karena gigi Anda masih menyesuaikan diri dengan posisi barunya. Misalnya, mengunyah es batu atau permen karet, atau makan jagung rebus utuh.

Untuk beberapa makanan yang memiliki tekstur cukup keras, seperti apel, wortel, dan roti bagel, Anda masih bisa memakannya jika Anda memotongnya menjadi potongan-potongan kecil yang bisa dikunyah dengan mudah. Jadi, usahakan untuk mengonsumsi makanan dengan tekstur yang lembut terlebih dahulu setelah melepas kawat gigi.

Baca Juga:   Harga Terbaru Tepung Tapioka di Alfamart dan Indomaret

Rutin Menyikat Gigi dan Flossing

Idealnya, Anda harus menyikat gigi dua kali sehari, yakni pagi dan malam sebelum tidur. Jika Anda memakai retainer permanen yang tak bisa dilepas, cara membersihkan gigi Anda tetap sama seperti saat memakai behel dengan sikat kecil khusus gigi berkawat. Masukkan sikat dari atas dan naik dari bawah di antara dua kawat gigi. Gosok sikat ke segala arah dengan gerakan mirip seperti sedang menggergaji sebelum beralih ke ruang berikutnya di antara dua kawat gigi. Ulangi prosedur sampai semua gigi telah dibersihkan.

Jika retainer Anda tipe yang lepas pasang, Anda bisa melanjutkan rutinitas menyikat gigi seperti pada umumnya. Sekali sehari atau setidaknya seminggu sekali, bersihkan retainer dengan merendamnya di cairan pembersih khusus gigi palsu atau campuran air hangat dan cuka. Anda juga bisa membersihkan sela-sela gigi Anda dengan benang gigi (dental floss) dan berkumur dengan obat kumur anti-bakteri.

Memutihkan Gigi

Setelah lepas behel, Anda mungkin menyadari bahwa warna gigi Anda belang-belang atau justru menguning. Anda dapat melakukan pemutihan gigi di dokter untuk mengatasi hal ini. Namun, Anda perlu menunggu sekitar satu atau dua bulan setelah melepas kawat gigi sebelum memutuskan memutihkan gigi. Karena, gigi Anda akan lebih sensitif setelah kawat gigi dilepas, dan produk pemutih gigi bisa menyebabkan sensasi ngilu dan tidak nyaman setelahnya.

Lalu berapa biaya yang diperlukan untuk melepas behel gigi? Biaya tersebut cukup bervariasi, tergantung di mana Anda melepas kawat gigi. Berikut rincian biaya lepas behel atau kawat gigi di kawasan Jakarta pada tahun 2021.

Biaya Lepas Behel

Lokasi Klinik Jenis Perawatan Biaya
Dentistique – Duren Sawit, Jakarta Timur Pelepasan bracket dan kawat dari gigi, embersihan karang gigi, pemolesan untuk menghilangkan sisa lem bracket yang menempel di gigi, pengaplikasian fluoride topikal agar gigi lebih kuat Rp427.500
Klinik Tooth Signature Jakarta Pelepasan bracket dan kawat dari gigi, Pembersihan karang gigi, Pemolesan untuk menghilangkan sisa lem bracket yang menempel di gigi Rp427.500
Tooths Kingdom Dental Care Administrasi Klinik, Konsultasi, Pemeriksaan gigi, Pelepasan behel RA + RB, Pembersihan lem pada gigi Rp950.000
Wide Smile Dental Clinic Jakarta Pelepasan bracket dan kawat dari gigi, Scaling untuk membersihkan karang gigi, Polishing untuk menghilangkan sisa lem bracket yang menempel pada gigi, Aplikasi topical fluoride untuk memperkuat email gigi, Konsultasi dan tindakan dilakukan oleh dokter gigi spesialis ortodonti Rp807.500
Dear Dentist ClinicKalibata Timur, Jakarta Selatan Pelepasan breket dan kawat gigi, Admin Klinik, Pembersihan karang gigi, Pemolesan untuk menghilangkan sisa lem breket yang menempel di gigi Rp513.000
Fre Dental Care Kebayoran Baru Admin Klinik, Tindakan dilakukan oleh Dokter, Scaling gigi RA + RB, Pelepasan behel RA + RB Rp930.750
Akatara ClinicCilandak, Jaksel Free Konsultasi, Tindakan dilakukan oleh Dokter, Pembersihan karang gigi & Stain, Pembersihan sisa lem pasca orto, Admin Klinik Rp627.000
Brillo Dental Care Kebon Jeruk, Jakarta Barat Free Konsultasi & administrasi, Tindakan dilakukan oleh Dokter, Pelepasan braces RA + RB, Scalling RA + RB Rp950.000
DentalmateDentalcareJatinegara, Jakarta Timur Konsultasi (Pemeriksaan dengan Intraoral Camera), Biaya Administrasi Klinik, Lepas Bracket dan pembersihan sisa lem bracket, Pembersihan karang gigi rahang atas dan bawah, Teeth Whitening pada gigi rahang atas dan bawah, Pengolesan gel fluoride Rp1.709.050
Dentistique Clinic Duren Sawit Pelepasan bracket dan kawat dari gigi, Pembersihan karang gigi, Pemolesan untuk menghilangkan sisa lem bracket yang menempel di gigi, Bleaching RA + RB Rp1.472.500
Baca Juga:   Biaya ONH Plus (Quad, Triple, Double)

Sebagai perbandingan, biaya lepas behel gigi di klinik swasta di Jakarta pada 2020, berkisar mulai Rp600 ribuan sampai Rp1 jutaan. Kisaran biaya lepas behel sampai tahun 2020 masih relatif stabil dan belum banyak berubah dari tahun 2019. Biasanya biaya tersebut sudah termasuk pembersihan karang gigi atau scaling. Untuk pemasangan retainer, biayanya lebih mahal, mulai Rp1 juta hingga Rp2,5 jutaan, tergantung jenis retainer yang dipakai.

 554 total views,  2 views today


Web Populer: Biaya | Info Kerja | Polling | Berita | Lowongan Kerja