Rincian Biaya Usaha Warteg

Berikut kami informasikan mengenai Biaya usaha Warteg, sebagai berikut:

Berbisnis terutama di ranah bisnis kuliner memang cukup mendebarkan. Betapa tidak, membuka bisnis di bidang kuliner berarti kita sudah siap dengan persaingan ketat yang ada. Tidak hanya soal rasa, biasanya persaingan juga berkisar soal harga. Tidak sedikit konsumen yang akhirnya beralih atau pindah langganan hanya karna selisih 1000 rupiah harga sebungkus nasi di warung A dan warung B.

Warteg atau warung tegal atau warung makan lah istilahnya merupakan satu bisnsi prospektif karena citranya yang murah, sehingga banyak orang tentu memilih warteg sebagai tempat makan atau mencari lauk. Selain itu, membuka usaha warteg juga terbilang cukup pas bagi anda yangmemang hobi memasak atau peka terhadap rasa.

Baca Juga:   Biaya Kuliah di Jerman

Warteg juga merupakan usaha yang bisa kita cari tahu keuntungan atau kerugiannya dalam hari itu juga, atau istilahnya cashflow harian. Kita dapat langsung tahu perhitungan keuntungannya dalam hari itu. Tidak hanya itu, membuka warteg atau warung tegal atau warung makan ini selain untuk dijual, penjual biasanya sambil “ikut makan” dari apa yang dijual di warteg sehingga bisa lebih menghemat pengeluaran rumahtangga. Nah untuk membuka usaha ini berapa sih modal yang dibutuhkan?

Modal awal

Kebutuhan Estimasi Biaya
Etalase Rp. 1.000.000
Meja + kursi Rp. 1.000.000
Piring + sendok + garpu + gelas Rp. 500.000
Kompor + gas Rp. 1.000.000
Bahan makanan Rp. 300.000
Total Rp. 3.800.000
Baca Juga:   Biaya Kirim Cargo ELTEHA

Nah biaya di atas tidak termasuk biaya sewa lahan dengan asumsi anda akan membuka usaha ini di rumah atau lahan yang sudah anda miliki. Kemudian biaya yang tercantum dapat diminimalisir jika anda sudah memiliki peralatan memasak atau perlengkapanlain yang memang sudah ada di rumah, agar tidak perlu membeli baru.

Lalu berapa sih omset bisnis ini? Mari kita coba hitung. Jika seporsi nasi Rp. 10.000 dan dalam satu hari kita dapat menjual 25 porsi saja, dalam sehari kita sudah mendapatkan keuntungan kotor sebesar Rp. 250.000. jika dikalikan satu bulan berarti pendapatan kotor yang bisa kita peroleh adalah sebesar Rp. 250.000 x 30 = 7.500.000. itu jika dalam sehari kita  hanya mampu menjual 25 porsi dengan rata-rata harga 10.000 rupiah, namun jika kita bisa mencari tempat yang strategis, tentu untuk mencapai penjualan lebih dari 25 porsi pun bisa.

Baca Juga:   Biaya Liburan ke Maldives

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat

 7,029 total views,  3 views today


Web Populer: Biaya | Info Kerja | Polling | Berita | Lowongan Kerja