Syarat dan Biaya KPR BTN

Dikutip dari Wikipedia, KPR bisa dikatakan sebagai kredit yang digunakan untuk membeli rumah atau untuk kebutuhan konsumtif lainnya dengan jaminan atau agunan berupa rumah. Hampir senada, Rumah123 juga menuturkan bahwa KPR adalah kredit yang disediakan oleh perbankan dan digunakan untuk membeli rumah dengan jaminan atau agunan berupa rumah yang dibiayai tersebut.

KPR dikatakan memiliki fungsi yang sangat penting dalam proses kepemilikan tempat tinggal karena menurut data Bank Indonesia, mayoritas masyarakat mengandalkan KPR sebagai fasilitas pembiayaan dalam memiliki rumah. Riset Bank Indonesia menemukan bahwa 76,42 persen masyarakat Tanah Air menggunakan KPR untuk memiliki rumah pribadi.

Jenis-jenis KPR

  • KPR Pembelian, adalah KPR yang menggunakan rumah yang akan dibeli sebagai agunan.
  • KPR Multiguna atau KPR Refinancing, adalah KPR yang menggunakan rumah yang sudah dimiliki sebagai agunan.
  • KPR Bersubsidi, adalah KPR yang disediakan oleh perbankan sebagai bagian dari program pemerintah atau Jamsostek, dalam rangka memfasilitasi pemilikan atau pembelian rumah sederhana sehat (RS Sehat/RSH) oleh masyarakat berpenghasilan rendah sesuai kelompok sasaran. Yang akan dikenakan subsidi adalah suku bunga kredit atau uang muka.
  • KPR Konvensional atau KPR Non-Subsidi, adalah produk KPR yang disediakan oleh perbankan dengan persyaratan yang mengikuti ketentuan umum perbankan dan tingkat suku bunga regular yang ditetapkan oleh bank yang bersangkutan. Sekadar catatan, suku bunga setiap bank bisa saja berbeda satu dengan yang lainnya.
  • KPR Syariah, adalah KPR yang tidak berbeda jauh dengan KPR Non-Subsidi, dengan transaksi menggunakan prinsip akad murabahah (jual beli) atau musyarakah mutanaqishah (kerja sama sewa). Sejumlah bank milik pemerintah maupun swasta telah memiliki produk KPR Syariah ini.
  • Inhouse KPR, istilah yang digunakan untuk membedakan antara KPR produk lembaga keuangan dengan KPR internal yang disediakan oleh pengembang properti. Jenis KPR ini sebetulnya adalah nama lain dari pembelian properti dengan cicilan bertahap sebagai fasilitas yang disediakan oleh developer.
Baca Juga:   Biaya Kuliah Kelas Karyawan S1 Manajemen Universitas Nasional Pasim ( Unas Pasim )

Cara Mengajukan KPR

  • Sebelum membeli properti, pastikan terlebih dahulu lokasi properti yang Anda pilih bukan termasuk daerah yang rawan banjir. Usahakan juga memilih lokasi rumah yang memiliki akses mudah ke berbagai tempat, terutama lokasi Anda bekerja.
  • Tentukan bank mana yang akan Anda pilih untuk pengajuan KPR. Biasanya, orang akan memilih bank yang memberikan suku bunga kredit paling rendah dan persyaratan yang paling mudah.
  • Sebaiknya, pilih pengembang yang memiliki reputasi baik dan track record yang bagus, dan pastikan juga pengembang/developer yang Anda pilih memperoleh semua perizinan yang dibutuhkan untuk membangun proyek.
  • Setelah Anda menentukan bank dan pengembang mana yang akan Anda gunakan, serta memilih lokasi properti, langkah selanjutnya adalah mengisi  formulir pemesanan unit. Di dalam formulir, akan tertulis jadwal pembayaran booking dan pelunasan uang muka yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.
  • Siapkan segala dokumen yang diperlukan, biasanya terdiri dari KTP suami dan istri (bila sudah menikah), Kartu Keluarga, surat keterangan kerja, keterangan penghasilan atau slip gaji, NPWP, SIUP, rekening koran, buku rekening tabungan, serta dokumen-dokumen lainnya yang diperlukan oleh bank.
  • Persiapkan biaya pembayaran KPR. Di antaranya biaya KPR yang paling sering terlupa oleh banyak pembeli adalah biaya notaris, biaya pajak penjualan dan pembelian, biaya provisi, biaya asuransi jiwa, dan biaya asuransi rumah. Besaran biaya sendiri bervariasi, tergantung spesifikasi rumah serta kebijakan masing-masing bank pemberi KPR.
Baca Juga:   Biaya Bangun Kontrakan Sederhana Kurang Dari 500 Juta? Ini Cara dan Rinciannya

Biaya KPR BTN

Produk KPR BTN Administrasi
KPR BTN BP2BT Suku bunga : tahun pertama 10%, tahun kedua 11%, tahun ketiga 12%, tahun keempat floating
Provisi : 0,50%
Administrasi : Rp250.000
Uang Muka : minimal 5% dari harga
KPR BTN Subsidi Suku bunga : 5% fixed
Provisi : 0,50%
Administrasi : Rp250.000
Uang Muka : mulai dari 1%
KPR BTN Mikro Suku bunga : 9% sepanjang waktu kredit
Provisi : 1%
Administrasi : Rp300.000
Uang Muka : mulai dari 1%
KPR BTN Platinum Suku bunga promosi : 8,88% – 9,49% (tergantung kebijakan)
Suku bunga counter : 10% (fixed)

Biaya KPR BTN di atas kami rangkum dari situs resmi bank yang bersangkutan. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, ketentuan biaya KPR milik BTN ini belum banyak berubah.

Syarat KPR BTN Subsidi

  • WNI dan berdomisili di Indonesia.
  • Telah berusia 21 tahun atau telah menikah.
  • Usia pemohon tidak melebihi 65 tahun pada saat kredit jatuh tempo. Khusus peserta ASABRI yang mendapatkan rekomendasi dari YKPP, usia pemohon s/d 80 tahun pada saat kredit jatuh tempo.
  • Pemohon maupun pasangan (suami/istri) tidak memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah. Dikecualikan 2 kali untuk TNI/Polri/PNS yang pindah tugas.
  • Gaji/penghasilan pokok tidak melebihi Rp 4 juta untuk Rumah Sejahtera Tapak atau Rp7 juta untuk Rumah Sejahtera Susun.
  • Memiliki e-KTP dan terdaftar di Dukcapil.
  • Memiliki NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi sesuai perundang-undangan yang berlaku.
  • Pengembang wajib terdaftar di Kementerian PUPR.
  • Spesifikasi rumah sesuai dengan peraturan pemerintah.
Baca Juga:   Biaya Kuliah Kelas Karyawan Universitas Pembangunan Panca Budi Tahun 2018-2019

Syarat KPR BTN Subsidi

  • WNI dan berdomisili di Indonesia.
  • Telah berusia 21 tahun atau telah menikah.
  • Usia pemohon tidak melebihi 65 tahun pada saat kredit jatuh tempo. Khusus peserta ASABRI yang mendapatkan rekomendasi dari YKPP, usia pemohon s/d 80 tahun pada saat kredit jatuh tempo.
  • Pemohon maupun pasangan (suami/istri) tidak memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah. Dikecualikan 2 kali untuk TNI/Polri/PNS yang pindah tugas.
  • Gaji/penghasilan pokok tidak melebihi Rp 4 juta untuk Rumah Sejahtera Tapak atau Rp7 juta untuk Rumah Sejahtera Susun.
  • Memiliki e-KTP dan terdaftar di Dukcapil.
  • Memiliki NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi sesuai perundang-undangan yang berlaku.
  • Pengembang wajib terdaftar di Kementerian PUPR.
  • Spesifikasi rumah sesuai dengan peraturan pemerintah.

Biaya di atas, sekali lagi, bisa berbeda-beda tergantung harga rumah, biaya uang muka, hingga lama angsuran atau kredit. Jika Anda ingin melakukan simulasi KPR BTN, bisa langsung berkunjung ke situs //www.btnproperti.co.id/. Untuk informasi lebih detail, silakan datang ke kantor cabang BTN terdekat di kota Anda.

 118 total views,  1 views today


Web Populer: Biaya | Info Kerja | Polling | Berita | Lowongan Kerja